Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

3 Kesalahan Terbesar Yang Wanita Lakukan Dengan Uang Mereka


90 persen wanita merasa tidak aman dalam mengelola uang mereka. Berikut adalah 3 kesalahan terbesar yang wanita lakukan dengan uang mereka:

  1. Mengandalkan suami sepenuhnya untuk mengelola keuangan Anda. 

    Seorang wanita mampu melakukannya selama ini tapi ia akhirnya bergantung sepenuhnya pada sang suami untuk mengelola keuangannya. Wanita sebaiknya bersikap tegas dalam mengelola keuangannya. Bank semakin sadar akan pentingnya sektor wanita, dan banyak yang menawarkan kursus pendidikan hanya bagi kaum wanita. Kursus itu akan mengajarkan Anda bagaimana menabung, berinvestasi, memahami proses perbankan yang rumit seperti aplikasi sistem pengolahan dan proses bisnis alat manajemen. Pengajaran mengenai keuangan tidaklah semenakutkan yang dibayangkan. Mulailah perlahan-lahan, dengan bantuan buku panduan bagi pemula dan tingkatkan secara gradual.

  2. Menabung untuk dana kuliah sebelum Anda menabung untuk dana pensiun. 

    Ada begitu banyak pinjaman dan beasiswa yang tersedia untuk kuliah, tapi tak ada satu pun yang tersedia untuk pensiun. Pertama, perguruan tinggi tidak lagi menjadi jaminan bagi karir yang sukses. Perguruan tinggi kebanyakan telah menjadi bisnis yang besar dan justru tidak mempersiapkan anak-anak untuk memasuki berbagai macam karier saat ini. Bill Gates tidak pernah lulus dari perguruan tinggi, sebagian besar jutawan dan pengusaha sukses bukanlah lulusan perguruan tinggi. Anda tidak memerlukan gelar sarjana untuk menjadi web programmer, desainer, fotografer atau pemilik bisnis. Ajarkan anak Anda untuk cerdas memilih perguruan tinggi manakah yang tepat bagi mereka. Apakah mereka ingin masuk kuliah karena itulah yang dilakukan oleh semua teman-temannya, dan mereka ingin merasakan pengalaman untuk kuliah? Apakah mereka benar-benar ingin meghabiskan US$ 100.000 hanya untuk sekedar kuliah? Ataukah mereka memang membutuhkan gelar seperti menjadi seorang pengajar, yang memang membutuhkan gelar dalam rangka memenuhi impian mereka? Kebanyakan orangtua menabung untuk persiapan kuliah anak mereka, jadi mengapa Anda tidak? Sayangnya, banyak orangtua jatuh oleh penipuan pemasaran yang dikeluarkan lembaga keuangan. Pemasaran jenis ini membuat orangtua merasa bersalah dan bertanggungjawab untuk menyelamatkan anak-anak mereka, dan membuat keuangan mereka tergaruk US$ 50-100.000 ke bank. Tentu saja bank tidak memberitahu Anda bahwa anak-anak mendapatkan lebih banyak bantuan keuangan kuliah jika orangtua mereka tidak menyimpan sepeserpun. Bank tidak memberitahukan Anda akan ribuan anak yang mendapatkan beasiswa. Anak-anak yang tahu bahwa mereka harus membiayai kuliahnya sendiri dan bukannya mengandalkan ayah dan ibunya, akan bekerja lebih keras pada nilai-nilai mereka dan menunjukkan disiplin yang lebih baik dibandingkan anak-anak yang tidak. Bahaya memasok anak Anda dengan dana adalah mereka tidak akan terlalu menghargai pendidikan yang sedang mereka tempuh. Mereka lebih suka pergi minum di malam hari, dan tidak peduli bagaimana mereka akan membayar US$ 5.000 untuk kursus basket yang mereka ambil. Sisihkan uang pensiun Anda terlebih dahulu dan berikan hadiah disiplin pada anak-anak Anda: mereka dapat mengumpulkan dana perguruan tinggi mereka sendiri.
  3. Tidak meminta kenaikan gaji. 

    Kecenderungan wanita untuk meminta kenaikan gaji jauh lebih kecil bila dibandingkan pria. Inilah salah satu alasan utama kenapa wanita berpenghasilan lebih rendah dari pria dalam posisi pekerjaan yang sama. Tipikal wanita biasanya bekerja lebih keras dan kurang meminta, karena wanita masih disosialisasikan untuk menjadi ‘gadis yang baik'. Aturan praktisnya adalah mintalah kenaikan gaji kira-kira setiap enam bulan sekali di tempat pekerjaan Anda. Ingat, jika Anda tidak pernah meminta kenaikan gaji maka kemungkinan besar Anda tidak akan pernah mendapatkannya.

8 Kepribadian Dalam Mengelola Keuangan



Setiap orang memiliki money archetype (budaya dalam diri saat menghadapi keuangan) yang berbeda. Perbedaan archetype ini membuat cara pandang seseorang terhadap uang menjadi berbeda pula. Termasuk bagaimana seseorang memperlakukan uang.

Tipe archetype bukan menunjukkan kepribadian Anda, namun lebih dalam mengarahkan tempat di mana anda berada. Artinya, bagaimana karakter dan kebiasaan Anda mengenai pengelolaan keuangan bisa dikenali dari sini. Dengan mengenali karakter ini, sebagai individu Anda bisa menghindari dari kebocoran keuangan. Dampak positif lainnya lebih terasa pada pasangan. Anda dan pasangan bisa lebih saling mengenali dan mampu mencari solusi keuangan yang menyeimbangkan hubungan.

Coach Yuza Aziz dan Coach Tom MC Ifle, pemilik iCOACH, memaparkan delapan macam money archetype dan dampaknya:

1. Innocent

Seseorang yang memiliki tipe ini cenderung memiliki rasa takut , tidak percaya diri, dan tidak mau memikirkan masalah keuangan. Orang-orang tipe ini memiliki rasa ketakutan yang tinggi ketika dihadapkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan keuangan. Dia merasa tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengatur segala seuatu tentang uang.
Dampaknya, jika seseorang mendapatkan uang dalam jumlah besar, akan mudah habis. Karena kebiasaan yang dimiliki orang dengan tipe ini cenderung tidak bertanggungjawab dengan uang.

2. Victim

Kebanyakan orang yang memiliki tipe ini cenderung akan menyalahkan orang lain ketika mengalami suatu masalah. Mereka akan merasa khawatir jika masalah yang dihadapi akan berbalik menimpa diri mereka. Oleh karena itu, untuk menyelamatkan diri, mereka akan menyalahkan orang lain sebagai penyebab terjadinya masalah tersebut. Karakter mendasarnya, orang tipe ini tidak mudah percaya kepada orang lain.

Dampaknya, uang menjadi tidak produktif. Karena tipe victim ini tidak mempercayakan uangnya untuk investasi atau menabung di bank, misalnya. Uang hanya akan disimpan dalam brankas atau bahkan di bawah bantal, karena tidak percaya lembaga keuangan.

3. Martyr

Orang-orang pada tipe ini memiliki kecenderungan berkorban buat orang lain. Meskipun demikian, setelah berkorban untuk orang lain, mereka mengharapkan suatu balasan. Sisi negatifnya, dengan banyaknya pengorbanan yang dilakukan untuk orang lain, orang tipe ini seringkali mengabaikan dirinya sendiri.

Dampaknya, tipe martyr ini tidak pernah bisa menabung. Orang lain akan sangat mengandalkan si martyr ini untuk meminjam uang. Bahayanya lagi, tipe ini tidak berani atau bahkan malas menagih piutang.

4. Fool

Tipe ini cenderung memiliki spontanitas yang tinggi, dan bertindak tanpa dipikirkan lebih matang. Mereka tidak berpikir tentang masa depan. Apa yang ada sekarang, itulah yang dilakukan.

“Fool di sini lebih kepada konyol. Karakternya malas, mengharap uang cepat atau instan,” kata Tom, menyebut tipe ini sebagai spekulator yang tidak disiplin. Dampaknya, spekulator ini berani berhutang hanya untuk kesenangan semata.

5. Tyran

Orang-orang yang memiliki tipe ini cenderung takut kehilangan uang. Biasanya, orang pada tipe ini memiliki sifat yang serakah dan tidak pernah puas. Seringkali mereka bekerja terlalu keras tanpa memperdulikan berbagai hal lain di sekelilingnya. Bahkan tidak jarang juga, orang pada tipe ini tidak memperhatikan kesehatannya.

Dampaknya, tipe ini selalu merasa tidak pernah cukup dengan kondisi keuangannya. Akhirnya cenderung memanipulasi dan terlalu mengontrol.

6. Warrior

Berbeda dengan kelima tipe di atas, tipe ini memiliki kecenderungan untuk menciptakan ide menjadi realitas. Orang-orang dengan tipe ini memiliki sifat yang bijaksana, mempunyai target yang jelas untuk masa depan, dan juga kalkulatif dalam perhitungan pemasukan dan pengeluaran. Mereka juga memiliki kepercayaan diri dan sukses dalam masalah keuangan.
Tipe ini sangat sehat, kata Tom. Orientasinya yang jelas menuju sasaran membuatnya sukses secara finansial. Tipe seperti ini biasanya ditemui pada para pengusaha sukses yang disiplin dengan keuangannya.

7. Magician

Orang yang memiliki tipe ini cenderung menjadikan masa lalu sebagai suatu pembelajaran. Mereka juga berusaha untuk mengubah suatu ide menjadi realitas walaupun terlihat tidak mungkin. Orang-orang dengan tipe ini cenderung memiliki sifat idealis, percaya diri, dan mengandalkan diri sendiri. Mereka percaya bahwa mereka memang dapat mengerjakannya.

Tipe seperti inilah yang diharapkan, kata Tom. Dia menjadi tuan atas uangnya dan tidak menjadi hamba atas uang, apalagi mendewakan uang.

8. Creator/Artist

Tipe ini biasanya mengikuti panggilan hati dalam melakukan berbagai hal. Mereka juga memiliki sifat yang idealis dan spiritual yang cukup baik. Mereka juga terbiasa untuk menciptakan sesuatu.

Kecenderungannya, tipe ini bekerja demi passion dan tidak realistis. Bahkan terlalu ekstrem, seakan tidak membutuhkan uang.

Dengan mengenali berbagai tipe ini, Anda sebagai individu apalagi bersama pasangan bisa saling menyeimbangkan diri. Dengan begitu akan lebih mudah menemukan perencanaan dan solusi keuangan.

Orang-Orang Terkaya Dunia Yang Sangat Sederhana

APA yang akan Anda lakukan jika menjadi milyarder yang memiliki banyak uang? Meski pun memiliki kekayaan senilai milyaran dolar AS, sejumlah milyader berikut ini memilih tidak menghambur-hamburkan harta mereka untuk menjalani gaya hidup mewah. Simak pelajaran yang dapat dipetik dari lima orang milyarder berikut ini, dalam membangun prinsip hidup hemat dan sederhana:
1. Warren Buffett

Jutaan orang telah membaca buku yang ditulis Warren Buffett dan mengikuti setiap pergerakan perusahaannya, Berkshire Hathaway. Akan tetapi, rahasia sebenarnya dari kekayaan pribadi Buffett barangkali berasal dari kebiasaan hidup hematnya.

Buffett, yang saat ini diperkirakan memiliki kekayaan senilai AS$ 47 milyar, menolak tinggal di rumah supermegah dan membeli barang-barang mewah. Dia masih tinggal di sebuah rumah sederhana di Omaha, Nebraska, yang dibelinya seharga AS$ 31.500 lebih dari 50 tahun silam. Meskipun dia telah bersantap di berbagai restoran terbaik di penjuru dunia, Buffett akan lebih memilih burger dan kentang goreng, ditemani segelas cherry coke.

Ketika ditanya mengapa dia tidak memiliki yacht pribadi, Buffett menjawab, "Kebanyakan mainan hanya bikin susah."


2. Carlos Slim Helu

Sementara kebanyakan orang mengenal Bill Gates, nama Carlos Slim Helu mungkin terdengar asing di telinga. Milyarder asli Meksiko itu, belum lama ini dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia, mengalahkan Gates yang menjadi mitra pendiri Microsoft.

Slim memiliki kekayaan senilai lebih dari AS$ 53 milyar. Meski pun dirinya lebih dari mampu untuk menjalani gaya hidup supermewah, dia jarang melakukannya. Seperti Buffett, Slim juga tidak memiliki yacht atau pesawat pribadi, dan tinggal di rumah yang sama dengan yang telah ditempatinya selama lebih dari 40 tahun.

3. Ingvard Kampard

Pendiri perusahaan perabot Swedia, Ikea, ini mencapai sukses dengan usaha perabot yang dirakit sendiri dan dijual dengan harga terjangkau tersebut. Bagi Ingvar Kamprad, menemukan bagaimana cara menghemat uang bukan hanya dilakukan untuk para konsumennya, melainkan menjadi nilai hidup tertinggi.

"Orang-orang Ikea tidak mengendarai mobil mengilap atau menginap di hotel-hotel mewah," katanya suatu ketika.

Prinsip hidup itu juga berlaku untuknya. Dia menggunakan penerbangan termurah untuk perjalanan bisnis, dan memilih menumpang bis atau mengendarai Volvo 240 GL miliknya yang berusia 15 tahun untuk berkeliling kota.



4. Chuck Feeney

Tumbuh besar di masa Depresi mungkin berpengaruh terhadap gaya hidup hemat Chuck Feeney. Dengan moto hidup "Aku harus bekerja keras, bukan menjadi kaya," mitra pendiri Duty Free Shoppers ini diam-diam telah menjadi milyarder, namun secara rahasia telah menyalurkan hampir seluruh kekayaannya melalui yayasan miliknya, Atlantic Philanthropies. Selain menyumbangkan lebih dari AS$ 600 juta kepada almamaternya, Cornell University, dia juga telah menyumbangkan milyaran untuk berbagai sekolah, penelitian, dan rumah sakit.

Feeney menolak menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan, dan mengalahkan Buffett dan Kamprad dalam hal donasi. Ia menyumbangkan beberapa ribu dolar lebih sedikit dibandingkan yayasan Ford dan Bill & Melinda Gates.

Sebagai pengguna setia transportasi publik, Feeney terbang di kelas ekonomi, membeli baju dari toko retail, dan tidak menghambur-hamburkan uang untuk sepatu. "Kau hanya mengenakan sepasang sepatu setiap kali," cetusnya. Dia membesarkan anak-anaknya dengan cara yang sama, dan memastikan mereka mengambil pekerjaan musim panas serupa dengan remaja biasa lainnya.


5. Frederik Meijer

Frederik Meijer adalah pemilik rangkaian toko grosir dengan kekayaan senilai lebih dari AS$5 milyar.
Seperti Buffett, dia membeli mobil mahal yang masuk akal dan mengendarainya hingga rusak. Seperti Kamprad, dia memilih tinggal di motel ketika melakukan perjalanan bisnis. Seperti sejumlah milyarder lain, Meijer juga menggunakan kekayaannya demi kesejahteraan masyarakat.

Tips Mengajukan Kredit Bank



Tips dan trik ini dimaksudkan bukan untuk mengakali perbankan (saya yakin mereka memiliki staf yang jeli untuk urusan pemberian kredit), tapi untuk memperlancar persiapan dalam mengajukan kredit.

1. Tentukan dulu kebutuhan anda.

Kebutuhan apa yang anda inginkan untuk dibiayai bank. Untuk karyawan biasanya lebih simple, beli rumah, beli kendaraan, dst. Sementara untuk professional dan pengusaha lebih kompleks. Apabila yang anda perlukan adalah suntikan untuk perputaran modal, misalnya untuk mengurangi hutang dagang sehingga harga yang didapat lebih murah, atau untuk memperbanyak inventori/persediaan barang, maka yang diajukan adalah kredit modal kerja, seperti rekening Koran, kredit akseptasi dsb. Sementara bila yang anda butuhkan adalah pembiayaan pembelian fixed asset seperti mesin, kendaraan, bangunan ruko, gudang dll, ajukan kredit investasi.

2. Estimasikan kemampuan pembayaran (payback ability) anda.

Dari laporan keuangan atau gaji/pendapatan yang anda peroleh setiap bulannya, ambil titik aman bahwa besarnya kewajiban pembayaran tidak lebih besar dari 30% pendapatan bersih anda (DBR umum setiap bank adalah 30-35% dari total pendapatan ). Contoh: Vidi dan suaminya memiliki total penghasilan Rp 3.000.000, maka jadikan patokan dalam diri Vidi kalau besar angsuran nanti tidak boleh lebih dari Rp. 1.000.000 perbulannya nanti. Untuk pengusaha, hitung tingkat DBR anda dari Nett Profit jangan Gross (untuk lebih amannya)

3. Periksa pemenuhan syarat administrasi anda.

Untuk karyawan, pastikan anda telah bekerja di perusahaan anda lebih dari 2 tahun (ada juga bank yang menerapkan lebih dari itu), status pendapatan tetap (adanya komponen gaji tetap, untuk dihitung dalam perhitungan DBR), untuk pendapatan yang sifatnya hanya komisi (tidak tetap) biasanya bank akan cenderung menolak. Demikian juga untuk professional dan pengusaha, paling tidak ijin praktek/usaha di atas dua tahun dari tanggal terbit, atau telah menjalankan usahanya selama di atas dua tahun.

4. Perhatikan data dan fisik jaminan anda.

Untuk dokumen pastikan sertifikat yang absah dan berlaku. Untuk SHGB, pastikan jangka waktu berlakunya masih lama minimal tidak lebih dari jangka waktu kredit yang akan diajukan. Untuk fisiknya jaminan tanahnya sendiri: (hampir) semua bank menginginkan jaminan yang marketable (artinya bila ada masalah kredit dan terjadi penyitaan, bank akan mudah menjual jaminan itu), untuk itu jaminan harus memiliki akses jalan (di pinggir jalan), biasanya yang masuk 2 mobil - sekitar lebar 3.5-4 meter, jaminan di lokasi strategis (bukan daerah terpencil/pinggiran yang cenderung tidak berkembang), jaminan tidak terletak di tebing/lereng/daerah miring/daerah pemakaman/daerah rumah ibadah (misal masih satu lokasi dengan rumah ibadah), jaminan bangunan harus memiliki IMB, fisik bangunan harus baik dan kokoh. Untuk kendaraan pun demikian , penilaiannya lebih mudah.

Mobil baru tinggal disesuaikan dengan data dealer, mobil bekas kondisinya harus masih prima, tahunnya masih muda, dll. Jumlah kredit yang akan diberikan bank umumnya maksimum berkisar antara 70-80% dari nilai jaminan menurut taksiran bank.

5. Pastikan anda tidak memiliki catatan cacat perbankan pada tahun berjalan (saat anda mengajukan kredit tersebut.

Bank memiliki jaringan data yang online seluruh negeri, di bawah jaringan server BI. Ada 2 macam data yang dapat dicek. Pertama DHBI yakni daftar hitam yang didapatkan seorang
pemiliki rekening giro apabila dia telah memberikan cek atau bilyet giro kosong melebihi batas ketentuan BI, kedua Data Kolektibilitas yang menunjukkan data kredit yang dimiliki calon debitur suatu bank, yang sudah ada. Misalnya Vidi telah memiliki kredit di Bank Jabar dengan kolektibilitas lancar, maka Vidi dapat mengajukan kembali kredit di bank lain bila memenuhi syarat. Hal pertama yang dilakukan oleh suatu officer bank dalam memeriksa pengajuan kredit adalah Cek DHBI dan Cek Kolektibilitas. Data yang dilihat adalah berdasarkan nama, no KTP/ID, dan NPWP. Apabila anda pernah masuk dalam kedua list tsb, namun pada saat anda mengajukan sudah ter-rehab, sudah beres dan lancar, maka tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan pengajuan.

6. Siapkan rekening tabungan atau giro yang mencerminkan pendapatan anda.

Terutama sekali untuk first impression bagi pihak bank. Saat ini bank akan lebih melihat data rekening anda dibanding data laporan keuangan atau gaji yang umumnya dapat dibuat buat. Apabila anda sebagai pengusaha mengatakan bahwa omzet anda per bulan 100juta, maka bank akan meminta keluar masuknya uang dalam rekening anda minimal 80% dari jumlah omzet anda tsb.

Bank akan melihat ke jumlah transaksi per bulannya BUKAN pada saldonya. Biasanya rekening yang diminta adalah data selama tiga bulan, maka saya sarankan bila anda akan mengajukan bulan April, pastikan data jumlah transaksi pada rekening anda Januari - Maret telah mencerminkan omzet/pendapatan. Jangan ragu untuk lebih mengaktifkan mobilitas transaksi di rekening anda

7. Pilih bank dengan total servis terbaik:

Tingkat suku bunga yang tidak mahal (dalam satu periode, masing masing bank memiliki tingkat suku bunga kredit sendiri), bunga efektif, jenis kredit yang ditawarkan lengkap (ada bank yang hanya melayani KPR, dll) sehingga anda bisa mendapatkan kredit yang sesuai dengan kebutuhan, biaya biaya yang terkait dengan kredit yang paling bersaing (perhatikan iklan dari bank: misal bebas biaya notaris, suku bunga paling rendah, dsb, gunakan kesempatan tersebut), pilih bank yang menjanjikan proses pengajuan kredit tidak lama (waktu yang umum biasanya maksimal dua mingguan), pilih bank yang mendapat rekomendasi bagus dari teman/partner atau relative lain terutama terkait dengan customer maintenance/relationship, pilih bank yang teknologinya cukup canggih sehingga memudahkan anda untuk bertransaksi apa saja terkait dengan bank tersebut (bayar angsuran lewat mobile banking/otodebet, dll).

8. Ada baiknya anda mencari rekomendasi dari debitur yang telah lebih lama berhubungan baik dengan bank tersebut.

Bank umumnya akan melakukan trade checking, baik itu dengan perusahaan tempat anda bekerja (untuk karyawan), dengan supplier/pesaing/pelanggan (untuk profesional dan pengusaha). Info trade checking yang kurang baik bisa langsung menurunkan penilaian bank terhadap anda.

9. Gunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan awal.

Seringkali terjadi kemacetan kredit akibat terjadinya kesalahan pemakaian. Misalnya kredit modal kerja digunakan untuk membangun rumah, akibatnya modal kerja anda tidak bertambah, sementara dengan adanya kredit berarti anda seharusnya meningkatkan keuntungan untuk membayar kewajiban kredit, sehingga akhirnya anda tidak mampu membayar pada bank.

10. Terlepas dari semua itu, perhitungkan baik baik oleh anda bahwa dengan pemberian kredit ini akan membantu anda, bukannya justru menyulitkan anda di kemudian hari (lihat contoh perhitungan bunga).

Satu hal yang harus diperhitungkan: ambil payback ability anda terkecil untuk dijadikan acuan pengajuan besarnya kredit. Satu pesan saya, dalam perjanjian kredit hampir 99.9%, posisi bank sangat terlindungi oleh hukum terkait. Sehingga bila terjadi masalah kredit, umumnya di pengadilan bank biasanya akan selalu menang. Oleh karena itu, jangan ambil kredit bank kalau anda ragu dengan
kemampuan payback anda. Jangan karena tergiur besarnya uang yang diterima di awal yang cukup besar, tapi pikirkan nanti setiap bulannya anda harus membayar kewajiban pada bank.

Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan :))

10 Cara Mengatur Keuangan Anda



Banyak orang (mungkin hampir semua) memiliki masalah keungan. Dan banyak diantara mereka (termasuk saya) sebenarnya bermasalah pada cara mengatur keuangan. Iseng-iseng browsing saya menemukan cara ini yang saya rangkum menjadi 10 cara mengatur keuangan dengan tujuan menstabilkan antara pendapatan dan pengeluaran-pengeluaran.

Berikut ini adalah 10 cara mengatur keuangan tersebut :

1. Buat daftar pengeluaran rutin.

Saya biasanya berbelanja atau membayar tagihan asal saja, artinya saya hanya membayar tanpa membuat daftar apa saja yang telah atau akan saya bayar. Akibatnya saya tidak mengetahui berapa besar pengeluaran saya setiap bulannya (karena pendapatan saya diterima bulanan). Banyak yang menyarankan agar saya membuat daftar pengeluaran rutin saya sehingga saya bisa memilih kebutuhan mana yang bisa saya kurangi jika ternyata pendapatan saya tidak mencukupi.

2. Kurangi hutang.

Biasanya kalau uang saya tidak mencukupi kebutuhan saya, maka saya mengambil hutang. Memang, masalah saya di bulan ini selesai, tapi bagaimana dengan bulan depan? Yah...taguhan saya bertambah...

3. Pastikan kita mempunyai polis asuransi

Lho...kok malah asuransi??? Iya, pengalaman saya, kejadian mendadak seperti sakit adalah beban finansial baru. Karena dalam daftar saya tidak ada perencanaan jika saya sakit. Lalu mengapa asuransi? Karena jika saya mengalokasikan dana di bank, maka jika saya sakit dana saya akan berkurang. Tetapi dengan memiliki polis asuransi maka dana tabungan saya akan tetap aman.

4. Prioritaskan tujuan kita.

Ini yang susah. Karena tujuan pengalokasian uang tergantung pada pribadi masing-masing. Misalnya untuk lajang yang belum menikah, alokasi dana banyak ke belanja, main sama teman, atau hal-hal lain. sedangkan untuk orang yang sudah menikah dan punya anak alokasi dana ke kredit rumah misalnya, pendidikan, pensiun, dll. Pertanyaannya bisakah kita merencanakan dana untuk rumah, pendidikan anak, pensiun pada saat kita masih lajang dan belum menikah?

5. Mulai belajar untuk berinvestasi

Mencari informasi tenang tempat berinvestasi adalah mudah dan tidak menyita banyak waktu. Jadi tidak ada salahnya kalau kita mulai mencari inormasi tempat-tempat berinvestasi yang sesuai denga kebutuhan hidup kita.

6. Mulailah berinvestasi.

Jika kita sudah menemukan tempat berinvestasi yang pas, segeralah berinvestasi. Karena terlambat adalah kondisi yang sangat tidak menguntungkan.

7. Investasikan dana secara taratur.

Ya investasi bertujuan jangka panjang. Sebaiknya digunakan sesuai dengan tujuan dari kita berinvestasi. Konsisten.

8. Investasikan dana di banyak sumber.

Analoginya jika kita mencari sumber air, buat sumus sebanyak-banyaknya. Jika satu sumur kering, maka masih ada sumur yang lain.

9. Pantau investasi kita.

Lihat secara teratur perkembangan investasi kita.

10. Pikirkan generasi berikutnya.

Alokasikan dana dan rencanakan untuk membuat warisan.

Mungkin cara diatas sudah banyak yang tahu, ya sekedar mengingatkan saja untuk anda yang menbacanya.

Semoga bermanfaat.

Mencari Uang VS Membuang Uang



Apa yang dimaksud dengan mencari uang versus membuang uang?

Mencari uang adalah, waktu yang kita gunakan untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan, dimana penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk disimpan dan dipergunakan pada saat diperlukan.

Membuang uang adalah, waktu dimana kita tidak menghasilkan uang namun kita tetap harus menggunakan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bahkan untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak kita duka/mendadak (mis: sakit).

Berapa Lama?

Banyak kita melihat beragam pekerjaan yang dilakukan oleh beragam manusia baik tua muda bahkan anak-anak disaat mereka seharusnya sekolah dan seringkali kita bertanya, “Berapa lama saya akan bekerja?”. “Sampai kapan saya harus bekerja?”.

Kita tidak tahu sampai kapan kita harus bekerja, mungkin hanya beberapa tahun, mungkin berpuluh-puluh tahun atau bahkan seumur hidup, kita harus terus bekerja. Tetapi yang pasti, pada usia 55 tahun atau mungkin 65 tahun kita sudah memasuki usia pensiun.

Seandainya kita mulai bekerja pada usia 25 tahun dan pension pada usia 55 tahun, maka kita harus bekerja selama 30 tahun. Masa 30 tahun inilah yang kita namai sebagai Masa Mencari Uang.

Setelah memasuki usia pensiun maka kita akan memasuki Masa Membuang Uang.
Berapa lama kita harus membuang uang? Kita abaikan berapa lama kita harus membuang uang. Kita tidak pernah tahu berapa lama lagi kita hidup. Mungkin beberapa orang dapat memperkirakan, namun mereka hanya memperkirakan saja.

Seandainya kita umpamakan bahwa rata-rata kehidupan berkisar berusia 85 tahun hinga 95 tahun, dan kita jadikan contoh hingga usia 85 tahun. Maka sejak kita masuk masa pensiun 55 tahun hingga kita berusia 85 tahun adalah 30 tahun. Masa 30 tahun inilah yang kita namai sebagai Masa Membuang Uang.

Berapa Besar?

Berapa besar, atau berapa banyak uang yang akan kita hasilkan? Penghasilan setiap orang berbeda-beda. Ada yang banyak dan ada pula yang sedikit. Lalu, berapa besar uang yang kita hasilkan tersebut akan digunakan?

Kebutuhan yang mendasar adalah kebutuhan hidup seperti sandang, pangan dan papan. Kebutuhan lain adalah untuk biaya pendidikan anak-anak. Kebutuhan tambahan lain adalah kebutuhan sekunder seperti membeli barang mewah, kendaraan bahkan rumah. Apakah ini cukup besar? Sangat Besar.

Biaya untuk memenuhi kebutuhan ini diambil dari penghasilan kita saat kita masih bekerja (Masa Mencari Uang).

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana setelah kita memasuki masa pensiun (Masa Membuang Uang). Pada masa dimana kita tidak produktif lagi dan penghasilan kita jauh berkurang bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Apakah kebutuhan hidup kita tidak diperlukan lagi? Apakah kita tidak memerlukan biaya bila kita sakit?. Sedangkan kita tahu, bila usia telah menginjak 60 tahun maka kondisi tubuh kita sudah tidak prima lagi. Tidak sekuat seperti dahulu lagi. Bila kondisi seperti ini, apakah biaya yang diperukan tidak besar? Besar…, bahkan sangat besar.

Selama 30 tahun Masa Membuang Uang, kita tidak berpenghasilan lagi, namun kita tetap harus mengeluarkan uang yang sama bahkan lebih besar lagi apabila menderita sakit, lantas apa solusinya?

Kemana menyimpan?

Bila melihat keatas maka kita harus mempersiapkan dana untuk 30 tahun setelah kita memasuki masa pensiun. Lalu kita simpan dimana sebagian penghasilan kita? Banyak alternatif yang dapat dilakukan, seperti deposito, reksadana, PIA (Prulink Investor Account) , perusahaan investasi lainnya. Namun kita juga tahu bahwa pengelolaan dana tersebut merupakan pengelolaan jangka menengah.

Lalu, bagaimana dengan jangka panjang kehidupan kita? Kemana kita menyimpan/menabung untuk persiapan jangka panjang tersebut.

Beberapa program investasi dan proteksi untuk diri kita dapat dipelajari seperti, PIA (Prulink Investor Account), PAA Syariah bahkan terdapat pula program menabung untuk Naik Haji dan program Tabungan Pendidikan.

Manfaat

Apasih manfaat menabung dan mengikuti program-program tersebut diatas?

Bila kita mengingat bahwa sebelumnya telah dibahas, setelah memasuki usia pensiun maka kita akan Membuang Uang. Pada usia ini kita tidak lagi memiliki penghasilan namun tetap harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan berjaga-jaga karena kondisi fisik kita tidak sehebat dulu lagi.

Bahkan sebuah kenyataan bahwa setiap orang akan mengalami yang namanya sakit, yang ringan sekalipun. Tidak dapat dipungkiri pula bila kita terkena gigitan nyamuk yan kecil ada kemungkinan kita akan terkena penyakit demam berdarah. Belum bahaya kecelakaan yang mengintai kita, bahkan di rumah sekalipun kia dapat mengalami kecelakaan (terpeleset di kamar mandi misalnya)

Jadi dana yang kita tabungkan melalui program-program tersebut ibarat perahu sekoci, tidak dipandang saat kita sakit namun sangat berguna bila terjadi hal yang tidak diinginkan. Dipandang tidak berguna saat sekarang, akan sia-sia mencari bila terjadi sesuatu namun belum memilikinya.

Maka tidak kalah penting dan berguna bila kita mulai mempersiapkannya atau bahkan memilikinya sekarang.