Tampilkan postingan dengan label Sosial-Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial-Politik. Tampilkan semua postingan

Fenomena ARTIS menjadi Caleg

Sudah bukan merupakan hal yang asing lagi ditelinga kita, mendengar artis yang memutuskan untuk berkiprah kedunia politik. Bahkan diantara mereka ada yang sekarang tengah berkiprah seperti Rano Karno, Ginanjar, dan lain sebagainya.

Di pemilu caleg pada 8 April 2008 yang lalu juga banyak dari kalanggan artis yang terdaftar sebagai caleg, diantaranya saya cantumkan dibawah ini (walaupun mungkin tidak semuanya):

Hanura
Gusti Randa
Anwar Fuadi
Elsa Syarif ( pengacara kondang )
Gerindra
Tesa Mariska (Dapil Jatim...)

PAN
Eka Sapta Nugraha, Riau I no urut 4
Mara karma Thaib, Riau II no urut 2
Ir. H. Adrian Maulana Djambek, Sumbar II No urut 3
Mesayu Aliza S.P (Ita Mustafa), Dapil Sumsel I No urut 3
Popy Maretha, Lampung I No urut 4
Irene Librawati, Lampung II No urut 3
Drs Ahmad Zulfikar Fauzi (Ikang Fawzi), Banten I no urut 1
Maylaffaiza Wiguna, Banten III no urut 3
H. Mandra YS, DKI I no urut 2
Henidar Amroe, DKI II no urut 3
Raslina Rasidin, DKI III no urut 1
Derry Drajad, Jabar II no urut 3
Lucky Emuardi AR, Jabar III No urut 4
Marini KS (Marini Zumaris), Jabar V No urut 2
Ferry Soraya, Jabar VI no urut 4
H Taufik Hidayat (Tito Sumarsono), Jabar VII, No 2.
Primus Yustisio, Jabar IX No urut 9
Sri Wulandari (Wulan Guritno), Jateng III, No urut 1
Cahjono, Jatim III No urut 1
Intan Savila, Jatim IV No urut 3
Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), JatimVIII, no urut 1
Golkar
Jeremy Thomas, Riau I no urut 3
Tantowi Yahya, Sumsel I no urut 1
Nurul Arifin S.Ip. MSi, Jabar VII no urut 1
PPP
Ratih Sanggarwati, Jatim I no urut 1
Okky Asokawati, DKI II no urut 2
Feryy Irawan,
Evi Tamala (Cucu Suryaningsih), Jabar X no urut 2
Mieke Wijaya,
Emilia Contessa, jatim II no urut 5
Marissa Haque Fawuzi, SH, MHum, Jabar I no urut 2
Kristina.
Denada, Jatim V no urut 2

PD S
Thessa Kaunang,
Ricky Jo,
Tamara Geraldine,
Ronny Pangemanan
PDI-P:
Miing Bagito,
Rieke Dyah Pitaloka,
Eddo Kondologit,
Sonny Tulung.

Partai Demokrat:
Venna Melinda,
Tere,
Angelina Sondakh, Jateng VI no urut 1
Adjie Massaid.

Terlepas dari tujuan mereka untuk terjun kedunia politik, ada beberapa pendapat yang saya peroleh dari berbagai sumber menanggapi fenomena tersebut, diantaranya adalah:

Nurhayati Assegaf, politisi dari Partai Demokrat menyampaikan “Fenomena selebriti yang berbondong-bondong terjun ke dunia politik diyakini bisa bermakna positif, dalam arti dapat memompa gairah masyarakat untuk berpolitik. Apabila semakin banyak orang yang melakukannya, maka ini bisa ikut mendorong gerakan mencerdaskan bangsa.”

Artis-artis yang dicalonkan partai politik menjadi calon legeslatif (caleg) masih dipertanyakan kualitasnya. Kinerja mereka baru kelihatan setelah mereka terpilih dan bekerja sebagai anggota legeslatif. Demikian dikemukakan pengajar politik UI Andrinof Chaniago di Jakarta, Selasa (2/9).

Apapun pendapat dan tanggapan yang beredar terkait hal ini, yang pasti setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih, hemat saya semua itu kembali ke kita, toh yang punya hak suara kan kita, oleh karena itu belajarlah untuk jadi pemilih yang cerdas. Tapi pemilu sudah lewat yah,hehehe...

Fenomena menarik yang terjadi setelah pemilihan CALEG


Pemilihan Umum untuk legislatif yang notabene merupakan perwakilan dari rakyat untuk di meja dewan telah digelar dan simpang siur proses rekapitulasi perhitungan suarapun masih terjadi dimana-mana, apakah ini yang diinginkan oleh bangsa kita? pemilu yang memakan dana luar biasa besarnya, tapi meninggalkan berbagai kecacatan dimana-mana, mulai dari DPT yang amburadul, salah kirim surat suara, surat suara yang rusak, dan lain sebagainya, lalu buat apa dana yang begitu besar telah dianggarkan?


Terlepas dari semua proses diatas yang saya sebutkan tadi, setelah dilakukan proses pemilihan caleg, maka terjadilah berbagai fenomena menarik terhadap caleg-caleg yang merasa perolehan suaranya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, mulai dari caleg yang mati, menarik bantuan sosial yang telah diberikannya sebelum pemilihan, dan sangat banyak sekali caleg yang stress (bingung kali yach, gimana caranya bayar hutang,hehehe).


Hal-hal diatas merupakan bukti bahwa sebagian besar niat dari para caleg untuk maju kedewan adalah bukan untuk kepentingan rakyat tapi kemungkinan besar mereka maju atas ambisi2 pribadi, kepentingan golongan, maupun lainnya yang mengesampingkankepentingan rakyat tentunya. Teman-teman beberapa waktu lalu mungkin pernah mendengar tentang calon Bupati daerah xxx yang stress berat akibat gagal terpilih sebagai bupati, usut punya usut ternyata hutang yang dia miliki adalah sekitar 2 milyar, dan yang terbayar baru sekitar separuhnya. Mungkin karena bingung gimana cara bayarnya, ya jadi gitu. Mari kita bayangkan, seandainya orang tersebut terpilih, hutang 1 milyar sisanya itu akan dia bayar dengan uang siapa? teman-teman pasti sudah tahu jawabannya...


ya itulah fenomena saat ini, bangsa kita masih harus terus berbenah disegala bidang, termasuk bidang pemahaman politik. bangsa kita tidak butuh sosok pemimpin yang politikus tapi bangsa kita butuh sosok pemimpin yang Bangsawan..(tunggu tulisan saya terkait hal ini yah,hehehe).

(Sbu)