Tampilkan postingan dengan label Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan

ANTARA PROFESIONALISME DAN KEBERSAMAAN


Jika anda ditempatkan diantara dua pilihan, lebih mengedepankan profesionalisme atau kebersamaan? Yang manakah anda pilih.
Artikel ini saya tulis berdasarkan analisa dan pandangan saya pribadi. Apabila ada yang tidak sependapat, it’s okay. Silahkan berkomentar disini.
Awal niatan ingin menulis artikel tentang ini, ketika mengingat diskusi saya bersama seorang teman beberapa waktu lalu, singkat cerita, dia mengatakan “saya lebih mementingkan kebersamaan daripada profesionalisme yang mungkin bisa mengakibatkan kerenggangan hubungan”, ungkapnya yang masih terngiang-ngiang di ingatan saya.
Saya hargai pendapatnya dan pola pikirnya. Tanpa menyela langsung dihadapannya, karena bagi saya diposisi dia sebagai leader dilapangan untuk sebuah kerjaan yang profit, sikap seperti itu sangat berbahaya.
Karena hemat saya, didalam sebuah team kerja profesional sebenarnya profesionalismelah yang harus dikedepankan, karena seyogyanya ketika seseorang memutuskan untuk memasuki dunis kerja profesionalisme maka berarti dia sudah siap untuk bersikap secara profesional, namun kenyataan banyak yang tidak siap dengan hal ini.
Berbeda ketika kita bekerja dalam sebuah team yang tergabung untuk sebuah organisasi non profit, tentunya dalam hal ini kebersamaanlah yang perlu dijaga, karena keberadaan setiap orang di dalam team organisasi tersebut berlandaskan sukarela. Akan sangat fatal jika selalu mengedepankan keprofesionalan dalam menyelesaikan setiap masalah (walau memang sikap itu dibutuhkan kadang kala). Semua masalah bisa dirembukkan dengan mengedepankan kebersamaan.
So bagi saya kedua hal itu tidak masalah untuk didahulukan, tinggal timingnya saja yang tepat atau tidak. Jika didunia kerja profesional mengedepankan sikap kebersamaan bisa berdampak buruk terhadap image pribadi maupun perusahaan, maka anda harus mengedepankan sikap profesionalisme tentunya.
Jadi singkatnya pendapat saya, jika kita dalam organisasi profit, maka sikap yang benar adalah“mengedepankan profesionalisme, tanpa menyampingkan kebersamaan”, sedangkan jika kita diposisi bersama organisasi yang non-profit maka sikap yang pantas dimiliki adalah “mengedepankan kebersamaan tanpa meninggalkan keprofesionalismean”
Bagaimana? Apa anda sepakat dengan pendapat saya ini?
Apapun pendapat anda, saya hargai, karena setiap dari kita punya pola fikir dan cara pandang yang berbeda.
Syamsul :-)

Example for Motivation Letter



SAMPLE LETTER OF MOTIVATION 1
Dear Sirs,

I am interested in working for a Tour Operator. I have knowledge of the way travel agencies work because of my professional experience in Spain and my degree in Tourism.

I would like to have experience in a British environment to gain knowledge of the working style of a Tour Operator in England and also to improve my English.

My professional experience in a travel agency is in selling by telephone, explaining the itinerary of a trip, the different choices of accommodation and finally the price. Afterwards, I contacted the office of the foreign country, by email, to book the trip and finally I confirmed that the trip is booked to the customer. I have also worked in the flight department to prepare the flight tickets and in the documentation department doing the vouchers for the customers.

My main goals are learning how the business sells its product to its customers (by telephone and / or internet), how many services it offers for each product, what kind of hotels they work with, what the market target is, what the best strategy to decide a suitable price is, etc.

I am not looking for a specific department; however, the marketing and sales department would be the most interesting for me.

Thank you very much in advance for your help.

I look forward to hearing from you.

Yours sincerely,

A.C.


SAMPLE LETTER OF MOTIVATION 2
Dear Sirs,

I am a 24-year old Turkish graduate from Istanbul University of Biology.

I have been working for a Turkish pharmaceutical company for 3 years as a sales representative. I work mainly outside the office directly with hospitals, doctors and pharmacies. We also have pharmaceutical training periodically. I organise our weekly meetings and prepare presentations on human anatomy and drugs.

Last year, while working, I completed a post graduate course in Business administration at the University of  Istanbul Faculty of Business. I need to improve my English for my job and to help me get promotion at work.

I started my career in the pharmaceutical sector and I wanted to learn more and to increase my knowledge of the marketing environment. I have already worked in biological analysis and sales.


I hope I can learn a lot from this experience.

Regards


M.G.




Bagaimana Cara Membangun Disiplin Diri?



Salah satu pondasi yang dibutuhkan semua orang untuk meraih sukses adalah kedisiplinan. Membiasakan diri untuk selalu disiplin dalam segala hal membuat seseorang belajar bekerja secara terencana, hingga semua kewajiban yang menjadi tugas utamanya dapat terselesaikan dengan tuntas.
Namun sayangnya, selama ini sebagian besar orang masih beranggapan bahwa sebuah kedisiplinan hanya akan membatasi diri kita untuk memiliki kebebasan. Hampir semua kegiatan maupun kewajiban telah diatur sesuai jadwal, sehingga banyak orang merasa terpaksa untuk mengikuti semua jadwal yang telah ditentukan.
Hal inilah yang sering membuat seseorang merasa berat untuk mulai berdisiplin. Dan lebih memilih bebas melakukan semua kegiatan sesuai dengan keinginan hatinya. Padahal tanpa membiasakan diri untuk disiplin, mustahil seseorang dapat meraih suksesnya. Lalu,Bagaimana cara membangun disiplin diri?
Mari kita bahas bersama hal-hal apa saja yang sebaiknya Anda lakukan, agar kedisiplinan dapat tertananam dalam diri Anda.
Pertama, mulailah dengan memotivasi diri Anda sendiri. Hal utama yang Anda perlukan untuk membangun disiplin yaitu memotivasi diri Anda untuk terbiasa disiplin dalam berbagai kesempatan. Mungkin pada awalnya kebiasaan ini cukup berat untuk Anda jalankan, namun setelah Anda dipaksa menjalankannya setiap hari, maka lama-kelamaan hal tersebut akan menjadi budaya yang tertanam kuat dalam diri Anda.
Kedua, membuat target yang ingin dicapai dalam waktu tertentu. Dengan membuat sebuah target dengan batas waktu tertentu, maka secara tidak langsung Anda akan mulai belajar disiplin dan merencanakan segala hal dengan teratur, guna mencapai target sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Meskipun berawal dari perasaan terpaksa, namun jika dilakukan berulang-ulang maka pada akhirnya akan menjadi sebuah kebiasaan yang Anda lakukan dengan suka rela.

Ketiga, biasakan untuk tidak menunda segala tugas Anda. Sebisa mungkin kerjakan semua tugas dengan segera, sebab semakin lama Anda menunda sebuah pekerjaan maka akan semakin sulit juga Anda untuk memulainya kembali. Inilah yang menjadi kebiasaan buruk kita, terbiasa menggampangkan sebuah pekerjaan dan menundanya hingga akhirnya hasil yang didapatkan juga kurang optimal.disiplin
Keempat, memiliki tekad dan komitmen yang kuat.Tanpa adanya tekad dan komitmen yang kuat, maka semua jadwal yang telah Anda susun dan semua target yang telah Anda tentukan hanya akan menjadi wacana saja. Karena itu, kuatkan tekad dan komitmen Anda untuk mulai belajar disiplin. Bila Anda masih kesulitan, mulailah dari hal-hal yang paling mudah. Hingga akhirnya tekad dan komitmen Anda semakin hari semakin meningkat.
Kelima, action (lakukan) dari sekarang. Setelah Anda merencanakan semua jadwal dengan rapi, dan berkomitmen kuat untuk belajar disiplin. Selanjutnya terapkan semuanya dalam kehidupan sehari-hari Anda. Biasakan budaya disiplin dari sekarang, dan lihatlah perubahan besar yang akan Anda dapatkan.
Pastikan budaya disiplin telah tertanam dalam diri Anda, karena berawal dari sebuah kedisiplinan segala kendala meraih sukses dapat Anda lewati dengan baik. Semoga sedikit motivasi bisnis untuk pekan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Selamat berkarya dan salam sukses.


sumber : bisnisukm.com

Peran Team Work dalam Membangun Bisnis

Bahwa membangun sebuah bisnis, sama halnya dengan membangun sebuah rumah. Untuk membangun rumah yang kokoh dibutuhkan pondasi bangunan yang kuat serta tiang-tiang penyangga yang tegak. Begitu pula dalam membangun bisnis, dibutuhkan visi yang kuat sebagai pondasi dasar, dan team wrok yang solid sebagai tiang penyangga untuk mencapai kesuksesan bisnis yang telah ditargetkannya.
Tak bisa dipungkiri bila keberadaan team work  memang sangat penting dalam membangun sebuah bisnis. Bahkan bisa dikatakan, maju tidaknya sebuah bisnis sangat dipengaruhi oleh team work yang ada di dalamnya. Semakin solid team yang mendukung sebuah bisnis, maka akan semakin besar pula peluang sukses yang dimiliki bisnis tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, bila team di dalamnya tidak solid dan bekerja sendiri-sendiri, bisa dipastikan bisnis tersebut tidak bisa bertahan lama menghadapi persaingan dunia bisnis yang selalu meningkat setiap harinya.


Meskipun membangun team work yang solid merupakan langkah penting dalam membangun sebuah bisnis, namun untuk menciptakannya di tengah lingkungan kerja bukanlah perkara yang mudah. Karena menyatukan sifat dan karakter dari setiap individu yang berbeda menuju satu tujuan yang sama, membutuhkan tenaga, strategi dan waktu yang tidak sebentar. Hal inilah yang membuat para pemimpin perusahaan maupun manajer sering mengadakan kegiatan khusus bagi para karyawannya, untuk meningkatkan solidaritas dan kerjasama antar personal. Kira-kira apa saja yang perlu diperhatikan untuk membangun team work handal?
Berikut kami informasikan beberapa tips bisnis yang diperlukan untuk membangun team work.
Pilih anggota tim yang berkualitas
Hal pertama yang dibutuhkan untuk membangun sebuah tim yaitu memilih anggota yang benar-benar berkualitas. Dari mulai team leader yang memiliki jiwa kepemimpinan bagus, tim manajemen yang memiliki ide dan pandangan bisnis luas, sampai tim pelaksana yang memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang bisnis yang Anda jalankan. Dengan demikian, semua anggota tim bisa saling mendukung dan berjalan bersama menuju cita-cita yang telah diimpikan.


Satukan tujuan yang ingin dicapai
Sebelum memulai sebuah tim kerja, pastikan seluruh anggota tim mengetahui tujuan yang sebenarnya ingin dicapai tim tersebut. Jadi, seluruh individu yang terlibat di dalamnya merasa memiliki satu tujuan yang sama, dan seluruhnya memiliki tanggungjawab sama besar untuk mencapai tujuan mereka. Cara tersebut juga akan memotivasi para anggota untuk saling berkoordinasi dan menjalankan peran masing-masing, sampai tujuan yang mereka cita-citakan bisa tercapai.
Tumbuhkan kebersamaan dan kepercayaan dalam tim Anda
Adanya dua hal ini, menjadi kunci utama bagi sebuah tim untuk tetap solid dalam mencapai tujuan bersama. Karena itu, usahakan untuk saling berbagi kepada rekan satu tim dalam keadaan senang maupun duka, serta tumbuhkan rasa saling percaya dan rasa kebersamaan untuk saling peduli dan bekerjasama demi terwujudnya tujuan yang dicita-citakannya.
Lakukan perbaikan atau evaluasi secara berkala
Kegiatan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kinerja tim, kemampuan sebuah tim, serta keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai oleh tim tersebut. Dengan demikian kualitas sebuah tim akan semakin berkembang dengan adanya perbaikan dan evaluasi secara berkala.
Semoga sedikit tips-motivasi bisnis tentang peran team work dalam membangun bisnis, bisa memberikan inspirasi bagi Anda untuk selalu meningkatkan kebersamaan dan solidaritas antar anggota tim guna membangun kerajaan bisnis Anda. Selamat mencoba dan salam sukses.

Cara Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan

Keberadaan karyawan tentunya menjadi salah satu poin penting ketika Anda menjalankan sebuah usaha. Berbagai pekerjaan operasional maupun manajerial akan terasa lebih ringan, dengan adanya dukungan dari para karyawan.
Sebagai pelaku bisnis yang didukung oleh para karyawan, sudah sepantasnya bila Anda terus membangun hubungan baik antara karyawan dan perusahaan yang Anda pimpin. Karena bagaimanapun juga, keberadaan mereka memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kesuksesan bisnis yang Anda bangun.


Pentingnya peran karyawan terhadap perkembangan usaha, mendorong sebagian besar pemimpin perusahaan untuk selalu memotivasi para karyawan agar bisa bekerja secara optimal. Sebab, semakin bagus performa yang diberikan para karyawan, maka semakin besar pula peluang bagi sebuah bisnis untuk mencapai kesuksesannya.
Lalu, langkah apa saja yang bisa digunakan para pemimpin untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan?
  • Tingkatkan motivasi kerja karyawan melalui training
Terkadang menekuni sebuah pekerjaan yang sama setiap harinya, membuat sebagian besar karyawan merasa jenuh dan bosan. Dampaknya, motivasi karyawan akan turun sehingga mereka tidak bekerja secara optimal. Karena itu untuk mengembalikan motivasi karyawan, Anda perlu mengadakan training khusus bagi para karyawan. Misalnya saja mengadakan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan kerja mereka, atau sekedar training untuk membangun kembali motivasi karyawan yang mulai turun.
  • Berikan reward bagi karyawan yang berprestasi
Tidak ada salahnya jika Anda memberikan reward khusus bagi karyawan yang berprestasi. Bisa berupa bonus atau insentif, maupun berupa hadiah kecil yang bisa mewakili ucapan terimakasih perusahaan atas prestasi para karyawan. Cara ini terbukti cukup efektif, sehingga karyawan lebih bersemangat untuk memberikan prestasi-prestasi berikutnya bagi perusahaan.
  • Lakukan pendekatan untuk mengoptimalkan kinerja karyawan



Sebagai pemimpin perusahaan, Anda juga perlu melakukan pendekatan pada para karyawan Anda. Bila perlu kenali kelebihan dan kekurangan yang dimiliki masing-masing dari mereka, sebab hal ini akan memudahkan Anda untuk mengevaluasi perkembangan setiap karyawan. Mana karyawan yang memiliki prestasi kerja cukup bagus, dan mana karyawan yang membutuhkan dukungan Anda untuk mencapai keberhasilan seperti rekan-rekan lainnya. Tentu dengan pendekatan tersebut, Anda dapat membantu karyawan yang kesulitan mengerjakan tugasnya untuk bisa berhasil meraih prestasi seperti karyawan lainnya.
  • Adakan kegiatan khusus untuk membangun kekeluargaan antara karyawan dan perusahaan.
Membangun kekeluargaan antara pihak karyawan dan pemilik usaha, menjadi langkah jitu untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan. Dengan kekeluargaan yang kuat, mereka akan ikut merasakan kepemilikan perusahaan tersebut. Sehingga loyalitasnya untuk bersama-sama membesarkan perusahaan semakin meningkat. Adakan acara pertemuan rutin setiap bulannya, yang bisa mengakrabkan semua karyawan di perusahaan Anda. Lingkungan kerja yang hangat dan akrab, akan membuat karyawan merasa nyaman dalam menjalankan pekerjaannya.
Semoga setelah membaca tips bisnis tentang cara meningkatkan motivasi kerja karyawan, Anda bisa mendapatkan inspirasi baru untuk membantu para karyawan bekerja secara optimal. Semoga bermanfaat dan salam sukses.


sumber : bisnisukm.com

Tips sehat bekerja di depan komputer



Jika Anda bekerja di rumah atau di kantor atau sebagai internet maker kemungkinan besar Anda menghabiskan banyak waktu di depan komputer anda. Hal ini jelas sebagai rutinitas pekerjan anda. Terkadang membosankan terkadang pula melelahkan sehingga dapat mengganggu stabilitas kesehatan dan produktifitas pekerjaan anda . Berikut adalah beberapa tips sehat untuk anda yang bekerja menggunakan banyak waktu di depan komputer :

1. Setting meja dan kursi kerja anda agar lebih ergonomis. 

Pastikan Anda memiliki kursi yang nyaman dan mendukung bahwa anda diposisikan dengan baik untuk mengetik. Jangan meletakkan printer atau perangkat keras yang sering anda gunakan terlalu jauh. Perhatikan juga jarak monitor anda.
2. Perhatikan sirkulasi udara ruangan kerja anda. 

Buatlah senyaman mungkin. Dengan sirkulasi udara yang baik anda akan di buat jauh lebih konsentrasi.
3. Jangan sekali kali makan atau minum diatas meja kerja anda. 

Ini dapat membahayakan komputer atau laptop anda. Bila terdapat makanan yang tumpah akan menyebabkan tumbuhnya bakteri di atas meja kerja anda. Jelas mengganggu bukan?



4. Bersihkan mouse, keyboard dan perangkat lainnya secara berkala. 

Bersihkan perangkat tersebut agar jauh dari debu dan bakteri.
5. Istirahatlah sejenak. 

Jika anda merasa cukup lelah ada baiknya istirhatlah sejenak. Dengan istirahat diharapkan tenaga akan pulih kembali dan lakukan gerakan–gerakan ringan untuk merenggangkan kepenatan.

6. Rileks sejenak. 

Bila komputer anda tersambung dengan internet cobalah buka website favorit anda pada saat istirahat. Atau sekedar mencari tips-tips sehat, bisa juga mencari resep makanan favorit anda.

7. Buat sebaik mungkin rencana kerja anda pada hari yang bersangkutan. 

Bisa juga untuk beberapa hari selanjutnya.

8. Bila sudah terlalu penat sebaiknya tunda pekerjaan anda dan istirahatlah. 

Bila di teruskan akan menggangu konsentrasi pekerjaan anda.

9. Bekerjalah Dalam Ruangan Yang Cukup Cahaya

Perhatikan pencahayaan dalam ruang kerja anda, Jangan bekerja dalam ruangan yang terlalu terang dan menyilaukan mata. Gunakan kerai untuk mengatur cahaya dari jendela. Letakkan lampu di atas kepala. Hindari anda menatap cahayanya secara langsung. Sebaliknya, jangan pula bekerja dalam ruangan yang terlalu gelap atau redup. Usahakan agar ruangan anda cukup terang agar mata anda tidak bekerja terlalu keras.

Jurus Menangani Konflik di Tempat Kerja

Berbahayakah konflik di tempat kerja? Beragam jawaban pasti muncul seperti berbahaya atau tidak berbahaya. Konflik merupakan bagian dari pengalaman hubungan antarpribadi (interpersonal experience). Karena tidak bisa dihindari, maka sebaiknya konflik dikelola dengan efektif, sehingga dapat bermanfaat dan dapat menciptakan perbedaan serta pembaharuan ke arah yang lebih baik dalam organisasi.

Ir Riza Aryanto, Staf Profesional Lembaga Manajemen PPM dalam tulisannya menyebutkan, ada tiga kelompok besar yang disebut sebagai sumber konflik di tempat kerja, yaitu konflik karena kesalahpahaman pada saat berkomunikasi (cara bicara, sikap, dan alat komunikasi misalnya), karena perbedaan individu (kepentingan, nilai, pengalaman, dan lain-lain), dan karena pekerjaan (desain kerja, penggunaan fasilitas kerja, pembagian tugas, dan sebagainya).





Sebagian pihak mengatakan bahwa konflik itu negatif dan merusak organisasi. Kalau saya boleh meminjam salah satu istilah populer di suatu iklan obat, jawabannya "tidak juga". Mengapa? Konflik sebenarnya bisa memberikan manfaat banyak untuk organisasi. Sebagai contoh pengembangan konflik yang positif dapat digunakan sebagai ajang adu pendapat, sehingga organisasi bisa memperoleh pendapat-pendapat yang sudah tersaring.

Hal itu sejalan dengan pendapat yang tertulis oleh Robbins (1996), yang membahas konflik dari segi human relations dan interactionist perspective. Dijelaskan bahwa konflik itu adalah hal yang alamiah dan selalu akan terjadi. Konflik merupakan bagian dari pengalaman hubungan antarpribadi (interpersonal experience). Karena tidak bisa dihindari, maka sebaiknya konflik dikelola dengan efektif, sehingga dapat bermanfaat dan dapat menciptakan perbedaan serta pembaharuan ke arah yang lebih baik dalam organisasi.

Untuk menangani konflik dengan efektif, kita harus mengetahui kemampuan diri sendiri, dan juga pihak-pihak yang mempunyai konflik. Ada 9 jurus ampuh yang perlu Anda perhatikan:




* Introspeksi diriBagaimana kita biasanya menghadapi konflik? Gaya apa yang biasanya digunakan? Apa saja yang menjadi dasar dan persepsi kita. Hal ini penting untuk dilakukan sehingga kita dapat ‘mengukur kekuatan’ kita.
* Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibatSangat penting bagi kita untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat. Kita dapat mengidentifikasi kepentingan apa saja yang mereka miliki, bagaimana nilai dan sikap mereka atas konflik tersebut dan apa perasaan mereka atas terjadinya konflik. Kesempatan kita untuk sukses dalam menangani konflik semakin besar jika kita melihat konflik yang terjadi dari semua sudut pandang.
* Identifikasi sumber konfliknyaSeperti dituliskan di atas konflik tidak muncul begitu saja. Sumber konflik sebaiknya dapat teridentifikasi sehingga sasaran penanganannya lebih terarah kepada sebab konflik. Coba kita identifikasi dulu masalahnya.
* Ketahuilah segera pilihan penyelesaian konflikMengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih yang tepat.
Sementara, Spiegel (1994) menjelaskan ada lima tindakan yang bisa kita lakukan dalam menangani konflik adalah:
* BerkompetisiTindakan ini dilakukan jika kita mencoba ‘memaksakan’ kepentingan sendiri di atas kepentingan pihak lain. Pilihan tindakan ini bisa sukses dilakukan jika situasi saat itu membutuhkan keputusan yang cepat, kepentingan salah satu pihak lebih utama dan pilihan kita sangat vital.
* Menghindari konflikTindakan ini dilakukan jika salah satu pihak menghindar dari situasi tersebut secara fisik atau pun psikologis. Sifat tindakan ini adalah hanya menunda konflik yang terjadi. Situasi menang-kalah terjadi lagi di sini. Menghindari konflik bisa dilakukan jika masing-masing pihak mencoba untuk mendinginkan suasana, membekukan konflik untuk sementara.




* AkomodasiJika kita mengalah dan mengorbankan beberapa kepentingan sendiri agar pihak lain mendapatkan keuntungan dari situasi konflik itu. Disebut juga sebagai self-sacrifing behavior.
* BerkompromiTindakan ini dapat dilakukan jika kedua belah pihak merasa bahwa kedua hal tersebut sama-sama penting dan hubungan baik menjadi yang utama.
* BerkolaborasiMenciptakan situasi menang-menang dengan saling bekerja sama. Pilihan tindakan ada pada diri kita sendiri dengan konsekuensi dari masing-masing tindakan.
Bagaimana dengan situasi di tempat kerja? Adakah konflik? Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Anda. Selamat mencoba! (GCM/SW) 

Langkah Mengubah Rasa Khawatir di Tempat Kerja

Pernahkah Anda merasa khawatir di tempat kerja? Misalkan saja khawatir karena jabatan Anda hilang, khawatir karena kolega Anda lebih hebat, khawatir dipecat, khawatir tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dan sebagainya.


Memang dalam hidup setiap manusia memang tak lepas dari kekhawatiran. Apalagi kondisi perusahaan Anda yang mungkin lagi tidak menentu dan akhirnya Anda dituntut untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Tapi ingat, rasa khawatir yang berlebihan bisa merugikan diri sendiri. Anda akan menjadi pribadi yang negative thinking dan pesimis menghadapi hidup. Rasa percaya diri Anda pun akan melorot drastis. Kalau dibiarkan bisa berabe khan? Anda tidak akan mencapai hasil kerja yang maksimal.

Sebenarnya rasa khawatir itu bisa Anda rubah menjadi energi positif jika Anda mampu mengatasi rasa kekhawatiran tersebut. Berikut langkah-langkahnya!

Identifikasi kekhawatiran dan ketakutan Anda. Kemudian tuliskan alasan-alasan yang membuat Anda khawatir. Perhatikan baik-baik apakah alasan itu cukup masuk akal atau tidak. Cobalah berpikir obyektif tentang kekhawatiran Anda. Sehingga Anda dapat menilai apakah kekhawatiran Anda merupakan suatu kewajaran atau tidak beralasan sama sekali.

Setelah Anda mengidentifikasi kekhawatiran Anda, segera ubahlah kekhawatiran itu menjadi menjadi sebuah energi. Ketimbang memikirkan berbagai macam kekhawatiran, buatlah sebuah rencana yang lebih bermakna dalam hidup Anda. Misalnya jika Anda khawatir salah bicara dalam meeting, mulailah berpikir bagaimana agar Anda tidak grogi dan salah bicara saat meeting. Jika Anda khawatir dipecat, bekerjalah sebaik-baiknya dan tunjukkan kualitas Anda pada bos, rekan-rekan serta manajemen. 
Tetaplah berpegang pada rencana atau tujuan yang ingin Anda capai. Setiap ingin melakukan sesuatu pastikan sesuai dengan rencana Anda. Dan cobalah untuk selalu tenang saat Anda melaksanakan seluruh aspek rencana Anda. Jangan bebani pikiran Anda dengan 'takut salah'. Hal ini hanya akan membuat Anda tertekan. Bebaskan pikiran Anda dari semua kekhawatiran dan rasa takut. Hingga Anda bisa mengerjakan segala sesuatunya dengan enjoy.
Seandainya Anda melakukan kesalahan, jangan menyesali berlarut-larut. Jadikan sebagai pelajaran dan pencetus semangat untuk melakukan yang lebih baik. Bukankah tak ada manusia yg tak luput dari kesalahan? So, jika Anda salah, maafkan kesalahan Anda kemudian rancang rencana yang lebih baik untuk mencapai tujuan Anda.


Nah sekarang nggak perlu khawatir. Hadapi dan lawan rasa khawatir Anda. Jangan takut mengambil langkah dan membuat keputusan terbaik demi kelangsungan karir dan masa depan Anda. Setuju?(GCM/Satuwanita)